Pages

Tuesday, 14 October 2014

Sajak buat penghibur jalanan

SAJAK BUAT PENGHIBUR JALANAN

Dari lunak merdu yang didendang
di tengah kota yang belum usang
di sinar malam yang kian tumbang
ada keringat yang sedang dijuang.

Dicorong setiap telinga yang dipinjam,
lalu mata lupakan niat pejam,
diam.
Masih mendengar,
walau ada suara yang bingar,
rentak jadi peneman,
sedikit tenang dari lelah suruhan atasan.

Kaki minta kaku
kekal memijak disitu.
Mata minta terus celik
memandang gerak yang kadang memekik.
Telinga masih mendengar
tanda irama yang digemar.

Kamu yang di jalanan
rezeki dan malam sering berteman.
Teruskan langkah 
selagi halal dijalan yang kamu kerah.

_fahimBasri
Di meja kayu baru

No comments:

Post a Comment